jadwal imsakiyah kota jakarta & sekitarnya

1 ramadan
  • 4:31
    imsak
  • 4:41
    subuh
  • 11:59
    dzuhur
  • 15:20
    ashar
  • 17:52
    maghrib
  • 19:06
    isya

Masjid Raya Ganting Bertonggak 25 Nabi

Kamis, 4 September 2008 - 14:56 wib | Rus Akbar - Okezone


PADANG
- Masjid Raya Ganting yang terletak di Jalan Ganting 3, Kelurahan Ganting Pasra Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, merupakan bangunan ibadah tertua di wilayah Sumatra Barat. Masjid ini didirikan pada tahun 1810 atas kerja sama dengan tiga ulama dan saudagar di Padang (Gapuak, Syekh Haji Uma, Syekh Kepala Kota) dan pemerintah Belanda serta saudagar China.

Gapuak merupakan saudagar di Pasar Gadang, Syekh Haji Uma berfungsi sebagai pimpinan kampung, sementara Kepala Kota merupakan ulama yang sangat berpengaruh.

Sementara dari militer Belanda juga ikut membantu pembangunan masjid tersebut dari Corps Genie dengan jabatan komandan Genis Sumatra Barat dan Tapanuli markasnya yang tidak jauh dari lokasi bangunan tersebut.

Selain itu, ukiran-ukiran yang dibuat dalam masjid itu memakai pengukir dari warga China yang ada di Padang dan berkeja sama dengan tukang pahat dari daerah Sumatra Barat seperti Batu Sangkar, Ampek Angkek, Canduang, Pasaman, Muaro Labuah, dan Pesisir Selatan.

Jika berdiri bagian muka terlihat sekarang memakai desain Timur Tengah bercampur dengan Spanyol. Masjid bagian dalam yang berukuran 30x30 meter ditambah dengan beranda keliling dengan ukuran 4 meter, memakai desain lama Indonesia.

Masjid ini memiliki 4 atap susun, tingkat tiga dan empat adalah desain China dipuncaknya memiliki kubah masjid. Masjid ini juga memiliki delapan pintu dan delapan jendela yang berartikan jika mau ke mesjid masuk ke dalam pintu surga.

Menarikanya lagi, masjid ini memiliki 25 tonggak bagian dalam ruang mesjid. Di tonggak tersebut terdapat tulisan kaligrafi masing-masing nabi dan rasul mulai dari nabi Adam sampai nabi Muhammad SAW.

Badan bangunan terbuat dari spesi kapur karang dan kapur batu, dinding batu merah. Jika dicek bagian dalam sturuktur bangunan itu merah. Sementara lantainya dari ubin yang didatangkan dari Belanda yang dipesan melaluhi Jacobson Van De Berg, bahkan untuk memasankan lantainya didatangkan dari negeri Belanda sendiri.

Lintasan sejarah yang pernah dilalui masjid tersebut. Semenjak berdirinya masjid tersebut pada tahun 1918 para ulama Minagkabau di Sumatra Barat pernah menjadikan masjid ini sebagai tempat musyawarah pertama dimana diambil keputusan untuk mengembangkan agama Islam.

Pada tahun 1932 ini mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggara Jambore Hizbul Wathan se-Indonesia. Presiden RI Pertama Soekarno pada tahun 1942, saat itu masih jaman pendudukan Jepang memasuki Kota Padang. Dia menginap di rumah Umar Marah Alamsyah di belakan masjid tersebut selama menginap di lokasi tersebut Soekarno sering menunaikan ibadah salat di masjid tersebut.

Masih pada masa penjajahan Jepang, laskar Gyugun dan Heiho sering datang ke masjid tersebut untuk melakukan salat Jumat.

Selain itu itu mesjid Raya Ganting memberikan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan, tahun 1945 masjid tersebut sering dijadikan tempat rapat-rapat oleh pemuda pejuang dan mengatur stategi melaksanakan perang kemerdekaan.

Bahkan masih tahun 1945 saat terjadi kontak tentara sekutu dengan RI ada beberapa pejuang masjid tersebut datang ke markas sekutu mengambil jenasah pasukan sekutu muslim untuk disalatkan di masjid tersebut kemudian dikuburkan di bagian belakang masjid.

Dampak dari hubungan tersebut, banyak tentara sekutu India muslim membelot dan membantu pasukan Indonesia, seperti dengan membocorkan rahasia-rahasia sekutu termasuk memberikan bantuan senjata pada pejuang Indonesia.

Semenjak itu tahun 1950 masjid tersebut semakin ramai dikunjungi oleh masyarakat, apalagi presiden (Soekarno) dan Wapres Pertama (Mohammad Hatta) pernah mengujungi masjid tersebut. Setelah itu Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ketua MPR KH Ahmad Saigu, selanjutnya Ketua MPR Jenderal Abdul Haris Nasution dan bahkan negara Malaysia.

Hingga kini masjid tersebut masih dipakai sebagai saran peribadatan serta pendidikan agama bagi pelajar dan pesantren kilat.