jadwal imsakiyah kota jakarta & sekitarnya

1 ramadan
  • 4:31
    imsak
  • 4:41
    subuh
  • 11:59
    dzuhur
  • 15:20
    ashar
  • 17:52
    maghrib
  • 19:06
    isya

Hari Ini Puncak Arus Mudik

Selasa, 7 September 2010 - 10:54 wib | Koran SI - Koran SI

Hari Ini Puncak Arus Mudik
JAKARTA – Arus mudik Lebaran dengan berbagai moda transportasi diperkirakan mencapai puncaknya hari ini hingga besok.

Berbagai titik jalur pantura Jawa dan jalur selatan Jawa Barat rawan macet seiring meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas. PT Jasa Marga memprediksi lebih dari 300.000 kendaraan akan melintas di ruas tol Jakarta– Cikampek pada puncak arus mudik Lebaran mulai hari ini.

Petugas Sentral Komunikasi Jasamarga Chairul Afendi di Bekasi, Jawa Barat, mengatakan bahwa ribuan kendaraan pemudik akan melalui ruas tol yang menghubungkan pantai utara dan jalur selatan itu. Pada masa puncak arus mudik, pengelola ruas tol Jakarta-Cikampek memperkirakan 115.000 kendaraan per hari melintasi jalur sepanjang 74 km.

“Ada peningkatan luar biasa. Biasanya hanya 45.000 kendaraan. Kami sudah mengantisipasinya dengan menyiapkan infrastruktur dan peralatan pemantau,” ujar Mulyono, Kepala Bagian Pelayanan Lalu Lintas Tol Jakarta– Cikampek, PT Jasa Marga, di Bekasi.

Persiapan yang telah dilakukan antara lain pelebaran jalan dari tiga lajur menjadi empat lajur di ruas tol Cikarang–Deltamas dan kini sudah diselesaikan pengerjaannya. Dari ruas jalan sepanjang 74 km tersebut sudah 72 km yang memiliki ruas empat lajur, sisanya, 2 km lagi, masih tiga lajur. Jasa Marga sudah menyiapkan beberapa skenario pengaturan lalu lintas yang akan diterapkan apabila terjadi antrean kendaraan di beberapa simpul kemacetan.

Salah satu skenario jika antrean kendaraan sudah mendekati Km 66 (Simpang Susun Dawuan), maka kendaraan yang akan ke pantura diimbau untuk masuk tol Cipularang dan keluar di gerbang tol Sadang. Dari Sadang ini bisa lewat Subang, yang selanjutnya bisa masuk ke pantura. Apabila terjadi kemacetan di jalan pantura yang ke arah Cirebon, pemudik bisa melalui tol Cipularang. Setelah keluar di gerbang tol Cileunyi, perjalanan ke Cirebon bisa dilakukan dengan melewati Sumedang. Jika ribuan mobil pribadi maupun bus diperkirakan akan memadati ruas tol Cikampek, pemudik dengan sepeda motor diprediksi membanjiri ruas pantura, dari Bekasi, Karawang hingga Cirebon.

Polres Bekasi memperkirakan jumlah kendaraan roda dua yang melintas di wilayah mereka selama arus mudik Lebaran 2010 mencapai lebih dari 500.000 sepeda motor. “Sejak H-7 hingga H-4 jumlah motor yang melintas rata-rata sebanyak 8.000 kendaraan,” ujar Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Setija Junianta di Cikarang. Sebagian besar sepeda motor tersebut berasal dari Jakarta menuju pantura melalui Jalan Inspeksi Kalimalang. Jumlah pemudik bersepeda motor tersebut diprediksi akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada H-2 Lebaran atau tanggal 8 September 2010.

Pada saat itu pegawai negeri sipil (PNS) dan buruh pabrik sudah mulai libur bersama. ”Pada tahun 2009 jumlah kendaraan roda dua yang melintas di Kabupaten Bekasi mencapai sekira 400.000 kendaraan. Diperkirakan pada arus mudik 2010 ini minimal menjadi 500.000 kendaraan,” ujarnya.

Lepas dari Cikampek, simpul-simpul rawan kemacetan masih terbentang. Di simpang Lohbener, Indramayu; dan Pasar Tegal Gubug, Cirebon. Apalagi hari ini, Selasa, adalah hari pasaran di Tegal Gubug. Kemarin kemacetan terlihat di jalur pantura Arjawinangun, Cirebon.

Rupanya macet di sana karena mobil dengan nopol B 1220 EFL celaka pada sekira pukul 10.00 WIB. Mobil itu tidak bisa dikendalikan akibat kondisi jalan licin, lalu menabrak sebuah truk yang berhenti mendadak di depannya hingga bagian depan mobil Suzuki APV itu ringsek. “Saya langsung mengerem ketika truk di depan saya tiba-tiba berhenti. Tapi karena jalan licin, kendaraan saya menghantam bagian belakang truk yang langsung kabur,” ujar Dayat, pengemudi mobil yang membawa satu keluarga mudik dengan tujuan Magelang. Akibat kecelakaan tersebut jalur pantura Arjawinangun sempat macet dan membentuk antrean kendaraan sepanjang sekira 2 km, hingga depan Pasar Tegalgubug.

Sementara itu, arus lalu lintas di jalur selatan Jawa Barat masih terpantau lancar. Sejak H-7 hingga H-4, jalur Nagreg sudah dilintasi lebih dari 222.000 kendaraan. Jejen Jaenudi, petugas Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mengatakan, hingga H-4 pukul 08.00, jumlah kendaraan yang melintas di jalur Nagreg justru masih didominasi oleh kendaraan menuju arah barat, 129.346 kendaraan. Untuk arah sebaiknya hanya 93.463 kendaraan. Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-2.

“Melihat angka ini, rupanya pemudik benar-benar akan membeludak pada H-2 karena semua pemudik sudah libur kerja,” tutur Jejen di Pos Wasdal Pamucatan, Nagreg, Kabupaten Bandung. Sejak H-7 itu angka tertinggi pemudik terjadi pada H-6 yang mencapai 36.319 kendaraan dari arah barat menuju timur, dan 49.198 kendaraan untuk arah sebaliknya.

Waspadai Hujan dan Petir

Sementara itu, para pemudik diminta meningkatkan kewaspadaannya ketika melintasi wilayah Jawa Tengah dan DIY. Sebab memasuki musim pancaroba, akan banyak terjadi hujan, petir dan angin kencang di wilayah ini. Hujan cukup deras dengan waktu yang cukup lama kemarin mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Tengah dan DIY. Kondisi ini membahayakan para pemudik, karena jalanan menjadi licin. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan akan turun mulai H-4 hingga H+7 Lebaran.

“Diperkirakan pada sore dan malam hari berpeluang hujan. Akan tetapi juga tidak menutup kemungkinan hujan terjadi pada pagi hari,” kata petugas BMKG Jawa Tengah Reni Kraningtyas. Pemudik juga diminta mewaspadai angin kencang dan angin puting beliung yang biasa terjadi pada pancaroba. Dia juga berharap, pemudik tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan, karena pada musim pancaroba banyak terjadi petir.