jadwal imsakiyah kota jakarta & sekitarnya

27 ramadan
  • 4:35
    imsak
  • 4:45
    subuh
  • 12:02
    dzuhur
  • 15:23
    ashar
  • 17:57
    maghrib
  • 19:09
    isya

Hukum Zakat Fitrah untuk Pembangunan Masjid

Rabu, 3 Agustus 2011 - 15:51 wib | -

Ustaz Kardita Kintabuwana, Lc, MA

Hukum Zakat Fitrah untuk Pembangunan Masjid
Tanya: Assalamualaikum. Ustaz saya mau tanya, di masjid kami sedang terjadi polemik mengenai zakat fitrah. Bolehkan zakat fitrah yang terkumpul dialokasikan untuk pembangunan masjid, karena penerima zakat tidak ada dan jumlah yang terkumpul berlebih. Terima kasih (Hamba Allah, Indonesia)

Jawab: Dalam hal alokasi dan distribusi zakat  fitrah, ulama berbeda pendapat dan terbagi menjadi tiga golongan:

1. Mereka yang mengatakan wajib menyalurkannya kepada delapan ashnaf (golongan) dengan sama rata. Ini merupakan pendapat yang masyhur dari Syafi’iyyah (para pendukung madzhab Imam Syafi’i).

2. Mereka yang mengatakan boleh menyalurkannya kepada delapan ashnaf, tapi lebih utama memberikannya kepada kaum fakir miskin karena tujuan asasi dari zakat fitrah yaitu memberikan makanan (mengenyangkan) para fakir miskin dan mencukupi mereka sebagaimana hadits Nabi SAW dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor serta untuk memberi makan  kepada para fakir miskin” (HR Abu Daud, Ibnu Majah dan Daruquthni).

Demikian pula Rasulullah SAW bersabda: “Cukupilah para fakir miskin pada hari ini (Idul Fitri)” (HR Baihaqi dan Daruquthni). Pendapat ini merupakan pendapat jumhur ulama.

3. Mereka yang mengatakan wajib hukumnya menyalurkannya kepada kaum fakir miskin saja. Ini merupakan pendapat Madzhab Malikiyyah (para pendukung madzhab Imam Malik).

DR Yusuf Al Qardhawi mengatakan, pendapat yang cenderung dipilih adalah yang kedua yaitu mendahulukan kaum fakir miskin dalam penyaluran zakat fitrah atas golongan yang lain, namun dapat diberikan kepada golongan yang lain apabila mereka sangat membutuhkan dan mendatangkan kemaslahatan yang besar. (Fiqh Zakat: 2/958).

Jumhur ulama berpendapat, bahwa membangun masjid bukan termasuk salah satu golongan yang berhak mendapatkan penyaluran zakat. Namun, ada sebagian ulama yang mengatakan membangun masjid masuk dalam katagori “fi sabilillah”.

Sedangkan pendapat yang lebih tepat adalah membangun masjid bisa dikatagorikan dalam makna “fi sabilillah” dalam kondisi tertentu, yaitu di tempat-tempat yang sangat membutuhkan, misalnya masjid yang berada di daerah rawan pengalihan agama. (DR. Yusuf Qardhawi, Fatawa Mu’ashirah: 1/377-379).

Jadi apabila zakat fitrah yang terkumpul masih berlebih dan tidak ada lagi ada penerima zakat, sebaiknya zakat fitrah tersebut dialihkan ke daerah lain yang sangat membutuhkan. Mudah-mudahan penjelasannya bermanfaat.

Wallahu a’lam bisshawab.

Ustaz Kardita Kintabuwana, Lc, MA
Dewan Syariah Rumah Zakat