jadwal imsakiyah kota jakarta & sekitarnya

25 ramadan
  • 4:35
    imsak
  • 4:45
    subuh
  • 12:02
    dzuhur
  • 15:23
    ashar
  • 17:56
    maghrib
  • 19:09
    isya

Benarkah Gaji Bulanan Bukan Masuk Hitungan Zakat?

Senin, 22 Agustus 2011 - 11:30 wib | -

Ustaz Kardita Kintabuwana, Lc, MA

Benarkah Gaji Bulanan Bukan Masuk Hitungan Zakat?
Assalamulaikum Ustaz,

Saya mau tanya seputar zakat profesi. Saya pernah mendengar dari sebuah ceramah bahwa sebenarnya zakat profesi yang kita dapat dari gaji kita itu hitungannnya bukan zakat, namun infaq yang harus dikeluarkan sebesar 2,5 persen. Apakah itu benar Pak Ustaz, mohon pencerahannya.

Wassalamu alaikum

Yovi, Jakarta

Jawaban:

Saudaraku Yovi yang budiman, memang permasalahan zakat profesi menjadi perdebatan di kalangan ulama. Karena istilah zakat profesi adalah terminologi baru yang merupakan hasil ijtihad para ulama di masa kini yang nampaknya berangkat dari ijtihad yang cukup memiliki alasan dan dasar yang kuat. Akan tetapi tidak semua ulama sepakat dengan hal tersebut.

Di antara ulama kontemporer yang berpendapat adanya zakat profesi yaitu Seikh Abdur Rahman Hasan, Seikh Muhammad Abu Zahrah, Seikh Abdul Wahab Khalaf, dan Seikh Yusuf Qardhawi.

Mereka berpendapat bahwa semua penghasilan melalui kegiatan profesi dokter, konsultan, seniman, akuntan, notaris, dan sebagainya, apabila telah mencapai nishab, maka wajib dikenakan zakatnya.

Para Peserta Muktamar Internasional Pertama tentang zakat di Kuwait pada 29 Rajab 1404 H/30 April 1984 M juga sepakat tentang wajibnya zakat profesi bila mencapai nishab, meskipun mereka berbeda pendapat dalam cara mengeluarkannya.

Di samping itu Saudara Yovi, kalau yang Anda maksudkan bahwa zakat itu adalah infaq wajib maka itu memang benar, karena istilah zakat dalam Alquran sering menggunakan kata infaq seperti dalam Firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman,  berinfaqlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS Al Baqarah: 267).

Mudah-mudahan penjelasannya bermanfaat.

Wallahu a'lam bisshawab

Ustaz Kardita Kintabuwana, Lc, MA
Dewan Syariah Rumah Zakat