DEMAK - Ribuan masyarakat Demak, Jawa Tengah, menggelar ritual Syawalan yakni melarung sesaji ke tengah laut. Warga percaya larungan sesaji akan mendatangkan berkah.
Selain Idul Fitri, warga pesisir di Moro, Demak, mempunyai tradisi merayakan Syawalan. Tradisi ini rutin digelar tujuh hari setelah Idul Fitri, untuk tahun ini bertepatan dengan hari ini, Rabu (7/9/2011). Acara diawali dengan arak-arakan yang dikawal sembilan orang berpakaian adat jawa sebagai simbol Wali Songo.
Nasi tumpeng yang dimasukkan dalam miniatur perahu ditandu oleh empat orang sebagai simbol empat cantrik yang berguru kepada Sunan Kalijogo. Nasi tumpeng dan aneka hasil laut kemudian dibawa ke atas perahu untuk dilarung ke tengah lautan.
Berbagai kesenian tradisional turut mengiringi arak-arakan hingga tepi pantai. Bahkan ribuan warga yang menunggu prosesi larungan telah memadati area pantai sejak pagi tadi.
Sebelum tumpeng dilarung, seorang sesepuh terlebih dulu memimpin doa agar para nelayan tetap dikaruniai rezeki melimpah.
Iskandar Rohmat, seorang sesepuh desa setempat, mengatakan selain sebagai bentuk syukur, acara larung sesaji juga bertujuan untuk melestarikan budaya para leluhur.
Untuk menjamin keamanan, dua regu Tim SAR Demak diterjunkan ke lokasi.
(ton)