JAKARTA - Selama Ramadan dan libur Lebaran, kunjungan pasien ke puskesmas kawasan DKI Jakarta tidak surut. Tercatat sebanyak 25.726 pasien mendatangi 295 puskesmas kelurahan dan layanan 24 jam di 44 puskesmas kecamatan se-DKI.
"Sudah komitmen kami untuk terus buka pelayanan kesehatan tersebut. Jika tidak, bagaimana nasib warga yang butuh pelayanan kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati di Jakarta, Rabu (07/09/2011).
Kunjungan pelayanan kesehatan tersebut terdiri dari rujukan korban kebakaran ke Puskesmas Kecamatan Tambora pada 2-5 september 2011 sebanyak 252 orang, dan rujukan Rawat Bersalin (RB) Puskesmas Kecamatan Koja sebanyak 18 orang.
"Bayangkan saja jika tidak buka pelayanan kesehatan ini. Ibu yang mau bersalin bagaimana nasibnya," tuturnya.
Oleh sebab itu, tenaga medis yang disiagakan di berbagai puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah dan Instalasi Gawat Darurat selalu buka selama 24 jam, dengan jadwal pengaturan medisnya sesuai dengan keadaan.
Hal tersebut juga dilihat dari tenaga medis yang muslim dan non muslim. Bila muslim masih mendapatkan dispensasi untuk Lebaran. Sedangkan yang non muslim diwajibkan untuk standby.
"Tenaga medis ini terus bekerja saat libur. Tentu kami pikirkan juga pengaturan yang sesuai agar pelayanan tetap optimal," terangnya. (ful)