AMBON - Warga Desa Mamala, Pulau Ambon, Maluku, menggelar tradisi pukul sapu pada 7 Syawal atau jatuh pada Rabu kemarin. Peserta saling memukul tubuh dengan lidi enau hingga berdarah.
Meski demikian tidak satu pun peserta yang luka berat apalagi sampai menimbulkan dendam. Tradisi ini sudah digelar secara turun temurun. Acara dilaksanakan di halaman Masjid Tua Mamala.
Dino Latukau, seorang peserta, mengatakan tradisi pukul sapu digelar untuk mengenang proses pembangunan Masjid Tua Mamala. Saat itu tiang-tiang masjid hanya disambungkan dengan minyak Tasala khas Desa Mamala. Tiang kemudian dibungkus dengan kain putih.
Untuk membuktikan keampuhan minyak tersebut, warga yang tubuhnya menderita luka, kemudian diolesi minyak Talasa. Alhasil luka langsung sembuh.
Menggunakan sapu lidi yang berasal dari enau, peserta saling pukul di bagian badan. Aksi baku pukul diiringi musik tradisional setempat.
Tradisi ini mendapat sambutan meriah dari ratusan wisatawan lokal maupun asing. Kegiatan ini juga sudah masuk dalam kalender tetap Pemprov Maluku.
(ton)