jadwal imsakiyah kota jakarta & sekitarnya

1 ramadan
  • 4:31
    imsak
  • 4:41
    subuh
  • 11:59
    dzuhur
  • 15:20
    ashar
  • 17:52
    maghrib
  • 19:06
    isya

4 Tips Kuat Jalani Puasa dari Wamenkes

Sabtu, 6 Juli 2013 - 15:45 wib | Prabowo - Okezone

Ali Ghufron Mukti -berjas hitam- (foto: Prabowo/Okezone)

4 Tips Kuat Jalani Puasa dari Wamenkes
YOGYAKARTA - Tinggal menghitung hari bulan Ramadan tiba. Bagi yang beragama Islam, khusunya yang sudah dewasa dan sehat baik fisik maupun mental, diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa.

Ada empat tips dari Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, bagi mereka yang menjalani ibadah puasa. Apa saja itu? Ini penjelasan Mantan Dekan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta tersebut.

"Yang pertama itu tidak boleh tidak sahur, harus makan agar ada input ke tubuh. Kalau bisa saat sahur itu waktunya diakhir menjelang imsak," kata Ali Ghufron Mukti di Yogyakarta, Sabtu (6/7/2013).

Kedua, lanjutnya, diusahakan makan banyak buah-buahan dan minum cukup. Sehingga, tubuh saat menjalani puasa tidak kekurangan cairan yang bisa membuat seseorang merasa lemas.

"Yang ketiga, ini yang paling penting. Apa itu? Harus ada niat. Niat itu harus kuat, jangan sampai puasa enggak niat," paparnya.

Niat dalam menjalani puasa tidak boleh hanya karena malu kepada tetangga atau orang sekitar. "Kalau sudah ada niat yang kuat, itu bisa mengontrol, seperti asam lambungnya dikendalikan dan sebagainya," jelasnya.

Yang ke-empat, jelasnya, harus bisa mengatur waktu untuk istirahat. Sebab, tubuh diri seseorang yang paling mengetahui orang tersebut.

"Yang ke-empat itu jangan lupa istirahat. Meskipun dia kuat, istirahat itu perlu. Jangan sampai tidak tidur, tidak istirahat, itu tidak bagus," katanya.

Ibadah yang bagus, lanjut Ali, harus ada ukurannya. Kalau terlalu dipaksakan seperti tidak ada istirahat dan bekerja terus, itu justru kurang baik dari sisi kesehatan.

Ali juga menyampaikan, secara umum jika seseorang sakit tidak dianjurkan untuk menjalani ibadah puasa, namun harus diganti dengan ibadah serupa di bulan lain selama 11 bulan ke depan.

"Kalau dia sakit, tentu dia tidak perlu puasa. Ini khusus sakit yang berat. Tetapi, kalau sakitnya hanya ringan-ringan seperti maag ya harus puasa," pungkasnya.