jadwal imsakiyah kota jakarta & sekitarnya

1 ramadan
  • 4:31
    imsak
  • 4:41
    subuh
  • 11:59
    dzuhur
  • 15:20
    ashar
  • 17:52
    maghrib
  • 19:06
    isya

Jam Matahari Tradisi Islam Kuno yang Terlupakan

Selasa, 16 Juli 2013 - 13:40 wib | Iyang Nur CH - Sindo TV

Pengurus takmir masjid memasang jam bencet (Foto: Iyang NC/Sindo TV)

Jam Matahari Tradisi Islam Kuno yang Terlupakan
KUDUS - Memasuki bulan suci Ramadan, takmir masjid di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memasang jam bencet atau jam matahari yang sudah mulai ditinggalkan. Selain mengenalkan tradisi Islam dalam penentuan waktu salat dan arah kiblat, pemasangan jam itu juga untuk mengantisipasi punahnya peninggalan kuno tersebut.

Ketua Tim Ahli Badan Hisab Rukyah Kementerian Agama Daerah Kudus, Agus Yusrun Nafi, mengatakan, jam matahari ini merupakan bagian penting sejarah Islam. Sebelum ada jam analog maupun digital, fungsi jam matahari sangat vital.

“Dahulu, selain digunakan untuk menentukan waktu masuk salat, juga digunakan dalam penentuan arah kiblat tanpa menggunakan koordinat,” kata Agus, Selasa (16/7/2013).

Untuk melestarikan peninggalan sejarah itu, Kementrian Agama Kabupaten Kudus memberikan pelatihan cara penggunaan jam bencet. Selain itu, pengurus takmir masjid juga diimbau menjaga dan merawat jam bencet yang masih ada.

“Sayangnya, sekarang sudah tak banyak digunakan. Padahal selain untuk penanda salat, juga penting untuk menentukan waktu berbuka dan imsak saat Ramadan seperti sekarang ini,” tambahnya.

Jam bencet sudah digunakan Bangsa Mesir sejak 500 tahun sebelum Masehi, namun hanya digunakan untuk menentukan waktu dalam kegiatan sehari-hari. Pada 1300 Masehi, astronom Islam bernama Ibnu Sadhil mendesain jam bencet untuk menentukan waktu salat.

Sejak saat itulah hampir semua masjid di seluruh penjuru dunia memasang dan menggunakan jam bencet untuk menentukan waktu masuk salat, karena sangat akurat dan cermat.

Sementara itu, Ketua Pengurus Takmir Masjid Qurratu Aini Fissholah Rau Tenggeles, Ali Hamdan Miftah, mengungkapkan, jam bencet di masjid tersebut berusia lebih dari 60 tahun bersamaan dengan pembangunan pertama masjid.

Sebelumnya terdapat 50 masjid di Kudus memiliki jam matahari, namun kini tinggal 10 masjid dan hanya empat yang masih difungsikan sebagai penanda waktu salat. Empat masjid tersebut adalah Masjid Menara Kudus, Ngloram, Wali Jepang, dan Rau Tenggeles.